KegiatanPangkalan

Kegiatan : Perjalanan Pengambilan Wings Tapak Merah Kwaran 05 Singingi

Singingi – Perjalanan pengambilan  Wings Tapak Merah yang dilakukan pada hari Selasa 2 April 2019, di ikuti  oleh 20 orang pramuka penegak dari pangkalan SMA Negeri 2 Singingi. 20 orang tersebut terdiri dari 13 penegak putra (Eko Trisetiyo, Rayhan Alvinas, Beni Maulana, Eka Febriantyo, Abdi Waskito, Ponco Prasety, Wahyu Pratama Jati, Surya Syahputra, Muhammad ivan Syafi’i, Muhammad Arif Riva’i, Dimas Sulistianto, Soko Joyo, Catur Windu Nugroho) dan 7 orang penegak putri diantaranya: (Nurul Khotimah, Khusnul Fatimah, Tabriani, Shafar Dewi Ananty, Rika Ayu Astriani, Wedhar Kinanthi, Adis Erviqo Vinna, Nurcholis Sajidah Majid).

Upacara pelapasan di laksanakan di kantor Desa Sungai Sirih yang di buka secara resmi oleh Ka Kwarran O5 Singingi, yaitu Kak Suminto. Beliau berpesan agar seluruh peserta dapat menjaga nama baik Kwartir Ranting 05 Singingi dan selama perjalanan diwajibkan untuk menjalankan kegiatan keagamaan, menjalankan prinsip satuan terpisah serta melaksanakan Satya dan Dharma Pramuka dimanapun berada.

Kegiatan ini dilakukan guna mendapatkan tanda kecakapan Wings Tapak Merah dengan rute perjalanan (Desa Sungai Sirih, Desa Kebun Lado, Kelurahan Muara Lembu, Desa Sungai Bawang)  dengan jarak tempuh +/- 38km.

Setelah acara pelepasan, kami mulai melakulan perjalanan dengan semangat 45, berjalan menyusuri jalanan yang sangat panjang jika berjalan kaki, tiba-tiba datanglah kabar duka dari salah satu rekan kami yaitu “Beni Maulana”, yang dikabarkan bahwa kakek Beni telah meninggal dunia. Setelah berdiskusi antara penegak putra dan putri, akhirnya kami menghubungi pembina untuk menjemput Beni agar ia pulang dan dapat melihat keadaan sang kakek untuk terakhir kalinya. Setelah Beni dijemput pembina, kami pun melanjutkan perjalanan yang masih sangat panjang.

Terus berjalan dengan semangat yang mungkin sudah mulai terkuras, akhirnya kami sampai di simpang Kebun Lado. Disitu kami beristirahat sejenak mengambil nafas, makan dan minum. Pukul 11:45 WIB satuan putri melanjutkan perjalanan dan dilanjutkan 10 menit kemudian oleh satuan putra melanjutkan perjalanan tanpa salah satu rekan kami, ‘Beni’. Meski sudah sedikit gontai, kami tetap semangat melanjutkan perjalanan mencari masjid untuk melaksanakan sholat zuhur. Namun disepanjang jalan kami tidak menemukan masjid, hingga akhirnya kami berhenti pada salah satu warung terbuka, disitu kami mendapat kabar bahwa rekan kami ‘Beni’ kembali ikut melanjutkan perjalanan meski musibah sedang menimpanya. Semangat dari rekan kita ‘Beni’ ini patut dicontoh, karena meskipun sedang dalam musibah kita tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan.

Dengan semangat yang begitu luar biasa kami terus melanjutkan perjalanan yang masih sangat panjang.

Tepatnya pada pukul 13:30 WIB kamipun tiba di salah satu masjid kelurahan Muaralembu, disana kami kembali istirahat sejenak. Setelah rasa lelah, letih itu mulai hilang, kamipun melanjutkan perjalanan.

Pukul 14:15 WIB kami tiba di POLSEK Muara Lembu, disana kami bertemu salah satu anggota kepolisian, yaitu Bapak Rio Hendri. Beliau berpesan kepada seluruh peserta agar dapat menggunakan masa-masa sekolah dengan sebaik-baiknya.

Waktu menunjukkan Pukul 15:00 WIB perjalanan kamipun masih sangat jauh, kemudian kami berpamitan kepada Bapak Rio Hendri dan mulai melanjutkan perjalanan kami.

Langit yang tadinya cerah, tiba-tiba berubah menjadi gelap, menandakan akan turunnya hujan, dengan cepat kami terus berjalan menyusuri jalanan yang begitu panjang. Pukul 16:20 WIB seluruh peserta pengembaraan tiba di simpang Sambung, berhenti sejenak melepas dahaga.

Selang beberapa menit perjalanan kami lanjutkan tanpa henti, mengingat waktu yang semakin larut. Pukul 17:45 WIB seluruh peserta tiba di masjid Al-Ittihad Sungai Bawang, disana peserta bertemu dengan salah satu pembina Pangkalan SMA Negeri 2 Singingi yaitu Kak Wahyu. Beliau memberikan waktu 30 menit kepada seluruh peserta untuk menyelesaikan perjalanan. Tanpa berfikir panjang, seluruh peserta dengan cepat meninggalkan masjid dan bergegas menuju finish, yaitu Kantor Desa Sungai Sirih. Tepat pukul 18:30 WIB tiba di Kantor Desa Sungai Sirih.

Dengan mengucapkan syukur kami sampai finish dengan selamat tanpa kekurangan suatu apa pun. Lelah kami terbayarkan dengan segudang pengalaman selama perjalanan, kami berharap perjalanan ini bisa menjadi tolak ukur tentunya bagi diri kami tentang bagaimana kemandirian kami bertahan di alam bebas.

Written by : Nurul Khotimah

rike
Nama saya Rike, saya seorang Pramuka yang masih belajar dan terus belajar agar menjadi pribadi yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain.
×
rike
Nama saya Rike, saya seorang Pramuka yang masih belajar dan terus belajar agar menjadi pribadi yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain.

Tinggalkan Balasan