ArtikelOpini

ADA APA DENGAN KURIKULUM PRAMUKA

Pembinaan kepramukaan merupakan suatu pendidikan karekter yang luar biasa hasilnya. Di era digital ini, pendidikan spritual yang notabene lebih mengutamakan kehidupan akhirat belum cukup sebagai satu-satunya pembinaan karakter. Untuk itu pembinaan karakter yang dikemukan oleh Lord Baden Powell yang memiliki 5 ranah kecerdasan spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik merupakan model pendidikan karakter.

Saat ini kelemahan pembinaan kepramukaan bukan pada 5 ranah tadi, tetapi lebih kepada sulitnya mencari orang-orang yang secara suka rela membina pramuka. Gaya hidup yang Hedonisme sangat kuat menerpa persendian pembinaan kepramukaan, ditambah lagi sifat &materi& dan &jabatan& menambah runyam sifat kesukarelaan, sehingga iklas bakti bina bangsa berbudi bawa laksana semakin jauh.

Sejalan dengan tiga tujuan yang hendak dicapai pada kurikulum 2013, gerakan pramuka telah mampu melaksanakan lebih awal sejak tahun 1908.

Model kurikulum kepramukaan di Indonesia maupun diseluruh dunia memiliki kesamaan, walaupun tidak tertera secara eksplisit karena &scouting is not a science to be solumny studied& akan tetapi dengan sepak terjang Lord Baden Powell, maka dapat disimpulkan ada 3 model pembinaan kepramukaan.

1. Inquiry Model

Pembinaan berdasarkan pengalaman Baden Powell meminta kesepakatan pada para pelatih dengan kata-katanya &Dawn with everything and up with me& (Lupakan sesuatu yang telah berlalu dan bangkitlah bersamaku) artinya dalam pembinaan tidak perlu mengungkapkan kesalahan masa lalu, tetapi tataplah masa depan. Menurut Joko Mursitho di dalam Inquiry model ada 3 pendekatan di dalam kepramukaan, sebagai berikut:

  1. Iquiry based learning: Adalah practical application pendidikan berdasarkan pengalaman dengan aplikasi by doing dalam kepramukaan. Pada inquiry base learning akan menerapkan learning to do (belajar untuk mengetahui dengan cara mencari tahu bukan diberitahu) &learning to do& (belajar untuk terampil dengan menguasai berbagai kecakapan, baik kecakapan umum maupun kecakapan khusus), &learning live together& (belajar untuk hidup bersama) padanya terdapat &learning to earn (belajar untuk mencari nafkah), dan &learning to serve& (belajar untuk memberi pelayanan) dan yang terakhir adalah &learning to be& (belajar untuk menemukan jati dirinya).
  2. Project based-learning: Metode project ini diterapkan di dalam pendidikan kepramukaan sebagai implikasi penerapan nilai sosial. Untuk peserta didik dalam pramuka ada kegiatan&game& yaitu membuat hasta karya secara individu atau kelompok. Seperti halnya perkemahan wirakarya pada golongan penegak dan pandega yang terlaksana paling tidak satu masa bakdi di kwartir, kegiatan ini merupakan &total pengabdian& bagi penegak yang mempunyai spesifikasi penegak laksana dan pandega, jika SKU-nya belum penuh ini merupakan &award& bagi mereka.
  3. Problem based learning & case based learning. Kegiatan pramuka selalu dekat dengan lingkungan dengan demikian &scouting skill& pada hakekatnya dipersiapkan sebagai pelajaran yang bertumpu pada &problem solving& dan mengurai suatu kasus untuk memperoleh alternatif solusi terbaik.

2. Sosial Model

Pembinaan pramuka tercermin pada kode kehormatan (Scout promice) yang dilakukan dengan :

  1. Enhancity Thinking through cooperative learning. Model pembelajaran kepramukaan dengan meningkatkan kualitas melalui belajar bekerja sama dengan orang lain yang telah diterapkan dalam sistim beregu atau patrol system. Untuk itu permainan dalam pendidikan kepramukaan harus memenuhi 4 kriteria yakni &Health, Happiness, Helpfulness dan Handicraft.
  2. Using the role-play method to promote thinking. Pendidikan kepramukaan menggunakan metode peran untuk meningkatkan penalaran yang did kegiatannya dilakukan melalui &kegiatan dasar& (Symbolic frame) dan sistim tanda kecakapan sebagai sarana penggugah semangat dan memanusiakan manusia.
  3. Promoting social-emotional learning. Metode ini dapat dilihat dalam perkemahan, dimana ada pembagian tugas, merencanakan kegiatan dan kegiatan bakti. Bagaimana melatih seorang adik agar dapat mengendalikan kesabarannya menghargai kekurangan orang lain.

3. Personal Models.

Di dalam kepramukaan dididik melalui pengembangan dikapnya secara individu. Baden Powell menulis pada &Revering to success& dalam salah satu bukunya dengan judul &Self education is necessary& yang menyatakan pentingnya pendidikan individu. Tuhan menciptakan manusia untuk menjadi m anusia &God made man to be men&. Pada bukunya yang lain &World Adult Resorcees Handbook& dikatakan pendidikan kepramukaan menggunakan &Self direct learning& untuk menghadapi kondisi lingkungan yang terus berubah. Kegiatan kepramukaan menggunakan:

  1. Enhancing the problem finding skills. Dalam kegiatan kepramukaan kegiatan pionering bukan sebatas mengikat tongkat menjadi suatu bentuk bangunan tetapi peserta dituntut membuat perencanaan, menemukan bahan yang diperlukan, membuat rencana pengganti, menemukan inovasi, menilai atau menaksir apakah benda yang diperolah cukup representatif. Disinilah adik-adik kita meningkatkan kualitas keterampilan dengan masalah yang dihadapinya.
  2. Handy thingking tools topromote creative problem solving. Pendidikan kepramukaan dilakukan di alam terbuka yang menentang, yang dikembangkan melalui kecerdasan fisik/kinestetik, kecerdasan intelektual, kecerdasan sosial, kecerdasan emosional, bahkan spiritual (learning to multiple intelligences) disinilah adik-adik dibina untuk tahan uji dan tidak putus asa dan senantiasa berbaut kebaikan.
  3. Promoting open mindedness in analysing and evaluating arguments. Kegiatan kepramukaan akan membuat adik-adik mendapat sesuatu yang baru, berbeda kemudian menilai apakah sesuatu tersebut cocok dengan nilai-nilai satya dan darmanya. Dengan demikian kegiatan kepramukaan tidak dinilai ketinggalan zaman Kesalahan besarnya adalah pelatihan dan peristiwa tidak mau belajar sehingga dari tahun ke tahun yang diberikan tidak pernah berubah sesuai dengan kebutuhan dan minat adik-adik.

Sumber Materi : Kak Mahyuzar

VJ
VJ
,
Seseorang yang masih terus belajar mengabdi pada negara, mencoba sekuat tenaga untuk terus berguna bagi keluarga dan masyarakat, meluangkan waktu disela sela kesibukan dalam keluarga, pekerjaan untuk tetap menjadi bagian dari Gerakan Pramuka Indonesia.
×
VJ
VJ
,
Seseorang yang masih terus belajar mengabdi pada negara, mencoba sekuat tenaga untuk terus berguna bagi keluarga dan masyarakat, meluangkan waktu disela sela kesibukan dalam keluarga, pekerjaan untuk tetap menjadi bagian dari Gerakan Pramuka Indonesia.

Tinggalkan Balasan