Kegiatan

Jurnal: 127 Km

Singingi– Kali ini Admin akan membagikan kisah perjalanan anggota penegak SMA Negeri 2 Singingi dalam kegiatan pengembaraan mereka untuk mencapai tingkat Laksana, semoga kisah ini dapat menjadi motivasi dan Inspirasi bagi semuanya.

127 KM

Nama saya MAS KHOLIL, teman teman biasa memanggil Kholil , saya  Anggota Pramuka Purna Pangkalan SMA Negeri 2 Singingi, sudah setahun lebih saya lulus dari sekolah tersebut. Setelah tamat saya mencari kerja di kota Pekanbaru, meninggalkan Kakak kakak pembina dan teman teman kepramukaan, dikota saya mencoba masuk di beberapa jenis pekerjaan, namun akhirnya keadaan yang memaksa saya harus kembali pulang kekampung halaman, ketika bertemu kembali dengan Kakak kakak pembina Pramuka saya yang dulu, disinilah sejarah perjalanan saya sejauh 127 Kilometer bermula.

Sabtu 15 Desember 2018, ketika saya dan rekan saya Vira Indri hadir pada latihan rutin mingguan Satuan Karya Bhayangkara di Pangkalan SDN 008 Sungai Kuning, saya diminta membantu latihan tersebut dan ketika itu terlintas dalam pikiran saat itu “ mumpung masih dikampung, ada kegiatan dipramuka juga, kenapa nggak diteruskan aja “. Skip… sampai dirumah buka buka lemari dan SKU penegak yang dahulu dan SKU saya yang telah lama terlantar akhirnya ketemu, dan karir pramuka pun mantap untuk dilanjutkan.

Sabtu depan diwaktu latihan rutin Saka Bhayangkara lainnya dan ditempat yang sama saya berkonsultasi dengan Kakak pembina tentang butir ke 13 SKU Penegak Laksana… yups… Pengembaraan…., Kenapa pengembaraan ??, karena pengembaraan menurut saya yang paling berat, memerlukan waktu yang tepat dan kondisi fisik yang baik. Skip …. setelah konsul saya diharuskan membuat ajuan proposal ke Kwartir Ranting dan disarankan untuk membawa beberapa rekan dengan tujuan menuntaskan point SKU yang sama,  dengan segenap usaha seperti memaksa, merayu hingga memohon mohon akhirnya saya mendapat beberapa teman, teman lama dan beberapa adik tingkat semasa dipangkalan dulu. Hingga akhirnya ditetapkan tanggal 1 Januari 2019 perjalanan akan dimulai..

06.00WIB saya Bangun dan mengecek kembali perlengkapan yang semalaman telah disiapkan,  pukul 07.00 berangkat menuju SMA Negeri 2 Singingi sebagai tempat upacara pelepasan kami akan dilaksanakan, dari beberapa rekan yang telah berjanji untuk berangkat bareng akhirnya formasi berubah , formasi awalnya adalah saya MAS KHOLIL, PATRIOT AJI SANTOSO, WAHIDIN, IRVAN WILLYADI, DIRA YUGA, SUGIMAN dan WALDIANTORO, karena beberapa hal PATRIOT AJI SANTOSO tidak bisa mengikuti kegiatan dan digantikan oleh RIDO HANAFI. Dengan jumlah tetap 7 orang dengan rute SMAN 2 Singingi, Kwarran Sentajo Raya, Kwarran Kuantan Tengah, Kwartir Cabang 07 Kuantan Singingi, serta kami diwajibkan bersilaturahmi ke instansi instansi yang ditemui dan dapat dicapai.

Pukul 08.25 Upacara pelepasan secara sederhana, dihadiri Ketua Kwartir Ranting 05 Singingi Kak SUMINTO, Andalan Penegak Kak Saefudin dan Beberapa orang Andalan menghadiri kegiatan tersebut,  Pukul 08.45 kami resmi dilepas, kami berjalan dengan formasi 1 berbanjar dan semangat 45 ada didada masing masing anggota , pada pukul 09.25 tiba didesa Pasir Mas ( Karena dari lokasi pelepasan ke desa Pasir Mas tidak jauh maka kami tiba dengan cepat ), singgah di kediaman Pak Rikan selaku kepala desa Pasir Mas, meminta tanda tangan sebagai bukti expedisi dan pukul 09.50 WIB kami berangkat, alhamdulillah  kami mendapat bekal uang 200 ribu dari Bapak Rikan ( lumayan …. ), tujuan selanjutnya menuju Bendungan Marsawa ( WK ) dan menurut informasi kami telah ditunggu oleh Ketua kwartir ranting sentajo raya Kak Supriadi beserta Dewan Kerja Ranting Sentajo raya

Pukul 11.30 kami beristirahat sejenak karena jarak dengan titik tuju sudah tidak jauh,  melepas lelah yang mulai terasa sekaligus menolong salah satu rekan kami Sugiman yang mengalami Kram pada kakinya , Tiba di WK pukul 12.09 WIB kami disambut oleh KaKwarran Sentajo raya dan 7 orang DKR, 4 DKR Putra dan 3 DKR Putri, kami disambut dengan sangat baik, kami diajak berkeliling melihat lokasi bumi perkemahan Kwartir Ranting Sentajo Raya di area sekitar bendungan, disana kami ditawarkan untuk makan dan dengan mantap kami jawab “ Siap Mau Kak … !!! ( penawaran yang tepat sesuai jadwal makan siang ) , Setelah Sholat Berjamaah bersama KaKwarran Sentajo Raya kamipun berpamitan untuk melanjutkan perjalanan, oleh pihak Kwarran Sentajo Raya kami mendapat bekal roti dan 1 pack aqua guna logistik selama perjalanan dan dengan ikhlas kami menerimanya. Perjalanan pun dimulai kembali pukul 13.30 menuju desa Marsawa ,sampai di marsawa pukul 14.35 beristirahat sejenak di kediaman pak Mukhtar selaku kepala desa Marsawa guna bersilaturrahmi dan meminta stempel sebagai bukti kedatangan kami dan ternyata pak kades tidak ada,  o iya… jarak antara titik keberangkatan dengan kediaman kepala desa sebenarnya cukup jauh, tapi berkat bantuan seekor anjing kami bisa sampai dengan cepat dikediaman Kepala Desa Marsawa tersebut ( yup… benar sekali,…. kami dikejar anjing ).  Karena Kepala Desa yang kami tuju sedang tidak ada dirumah perjalanan pun dilanjutkan menuju kediaman pak Dedi kurniawan tiba dilokasi, beristirahat, mandi dan kamipun diberi makan dan minum ( makasih pak dedi … ) . Pak Dedi Kurniawan ini seorang guru di SMPN 7 Singingi, hingga kami sudah mengenal beliau dengan baik.

Perjalanan berlanjut pukul 17.00 WIB menuju ke desa geringging baru dengan tujuan Kantor BPD. Tepatnya pukul 18.30 sampai di titik yang dituju. Alhamdulillah kami dapat Sholat berjamaah dilokasi  kantor tersebut. Perjalanan kami lanjutkan dan pukul 18.50 kami beristirahat disalah satu rumah warga tepatnya di kilometer 10, kami bertanya dengan pemilik rumah jalan singkat menuju kota teluk kuantan, dengan petunjuk arah dari pemilik rumah kami melanjutkan perjalanan melalui kilometer 8 , melewati simpang kantor camat sentajo raya ( mungkin, saya tidak memperhatikan karena gelap ), pada pukul 19.46 disimpang tersebut terjadi hal yang tidak kami duga ..!!!, yah… Kami dikejar anjing lagi .., Jalan yang kami tempuh melewati Hutan Karet dengan target waktu tiba pukul 22.00 kami perkiraan tiba di teluk kuantan, ternyata waktu tempuh melalui jalan tersebut lebih jauh dari perkiraan kami, diperjalanan kami beristirahat dengan waktu yang kami tidak ketahui cuaca yang gerimis sangat tidak bersahabat untuk kondisi kami yang sudah sangat kelelahan, kami berkumpul berkeliling, dengan pakaian basah, logistik makanan habis yang tersisa hanya air mineral. Dan lingkungan yang gelap Saya mulai pesimis dengan kegiatan ini, “ Kenapa aku bisa sebodoh ini , harusnya kami semua  bisa liburan, bersenang senang dengan teman teman didesa “ dan terlintas untuk menelfon Kakak pembina untuk meminta evakuasi penjemputan kembali dan membatalkan perjalanan. Dalam keadaan berangan angan tiba tiba Handphone saya berbunyi, ternyata dari Kakak Pembimbing, dia mengabarkan bahwa KaKwarran Kuantan tengah menunggu kami esok pagi pukul 08.00 WIB di sekretariat, dan yang lebih mengherankan lagi tiba tiba dia memberi nasehat seolah olah menjawab semua khayalan saya tadi, beliau menasehati saya dengan kata kata kurang lebih begini “ Jika esok kamu ditanya oleh rekan rekan yang tidak ikut kegiatan, kenapa mau melakukan hal bodoh ini maka kamu harus bisa menjawab dengan tepat, semua orang yang telah kamu temui menyambut kamu dengan baik, mereka penuh antusias memberi semangat untuk melanjutkan perjalanan, berarti ada hal yang berharga yang dilihat oleh orang orang tersebut terhadap kami yang melakukan perjalanan ini, Bukan tindakan kalian yang bodoh, tapi pemikiran rekan rekanmu yang menganggapmu bodoh yang tidak bisa melihat hal berharga dari perjalanan kalian “. Akupun terdiam sejenak memikirkan nasehat tersebut. Perlahan lahan pemikiran pesimisku hilang, disaat semua saling diam dalam lingkaran yang kami buat, salah satu rekan saya Sugiman membuat api unggun kecil, saya sampaikan mandat dari Kakak pembimbing perihal KaKwarran Kuantan Tengah yang menunggu kami esok pagi, dan lagi lagi Sugiman berdiri… “Ayo Kita Jalan” Katanya, dengan semangatnya yang luar biasa kamipun terkena imbasnya, kami bereskan barang barang dan perjalanan kami lanjutklan. kami bisa menembus simpang sungai lintang dengan cepat lagi lagi dengan bantuan anjing, kali ini berjumlah 5 ekor anjing ( oh Tuhan… Apa salah kami dengan anjing anjing ini ), pukul 00.00 WIB kami beristirahat di lesehan NANIKI masih di daerah sentajo raya. Skip… perjalanan Pada pukul 01.00 kami tiba di daerah teluk kuantan, tanpa memikirkan kondisi pakaian  kamipun tertidur , pukul 04.00 WIB kami lanjutkan perjalanan dan tiba di sekitaran kampus UNIKS Baru pukul 05.00 WIB, pukul 06.00 kami singgah untuk istirahat makan di lokasi lapangan futsal disamping TK Pembina, Pukul 06.30 WIB lanjut lagi perjalanan menuju Kantor Polsek Kuantan Tengah, ditengah perjalanan kami dipanggil Satpol PP memberi bekal makanan berupa 2 pack roti ( akhirnya kami mendapat makanan lagi ) , tiba diKantor Polsek pukul 08.40 WIB. Berfoto bersama dan mendapat minum air putih ( sebenarnya Pak Polisi menawarkan Air Hangat atau Teh Es, karena takut saya reflek menjawab air hangat saja, padahal inginnya sih minum Teh Es.. ) , pukul 9.10 tiba di sekretariat Kwarran kuantan tengah untuk melaporkan diri, kami dijamu sangat baik oleh Kak Khairudin , menyempatkan berfoto bersama beliau dan teman temannya, sebelum berangkat kami diberi bekal  Susu Kaleng Bearbrand, Aqua + roti.

Perjalanan berlanjut pada pukul 11.00 WIB menuju kediaman kak Mahyuzar. Sampai di tujuan pukul 11.30 WIB kami bersilaturrahmi dan mendapat nasehat dan ilmu tentang kepramukaan khususnya kegiatan pengembaraan. Pukul 12.30 kami sholat berjamaah di masjid Makkah, saat sholat mengalami hal yang lucu, badan kaku, susah bergerak, bergerak sangat lambat, badan kaku seperti robot ( antara capek, pegel, kaku di mix jadi satu pokoknya ). pukul 13.45 WIB berpamitan melanjutkan perjalanan menuju kantor Kwarcab 07 Kuantan Singingi untuk mendapat pengesahan atas pengembaraan kami. Pukul 14.30 WIB tiba di Kantor Kwarcab. Kami beristirahat dan memutuskan bermalam disini. Ditemani oleh Kakak Kakak dan Rekan rekan dari DKC kami bercerita tentang perjalanan kami dari awal sampai tiba di Kwarcab ( termasuk masalah kami dengan anjing juga kami ceritakan lengkap ). Skip cerita ceritanya Pada Pukul 05.00 Subuh bersiap melanjutkan perjalanan menuju Kantor Bupati, tiba pada pukul 06.00 WIB dan ternyata kantor belum buka ( wajar sih,, kantor mana yang buka jam 6 pagi ),  kami harus menunggu beberapa jam berharap dapat bertemu dan berfhoto bersama dengan Bapak Bupati kuantan singingi ( kami sempat meminta rekan kami yang direncakanan ikut kegiatan ini tapi tidak jadi untuk menemani kami saat menunggu kantor buka , hingga akhirnya dia tidak kesekolah pada hari itu, mungkin dikelas dia Alpha hari itu hahaha…. !!) , setelah sekian lama menunggu ternyata harapan kami tidak sesuai kenyataan, Bapak Bupati sedang dinas luar ke jakarta, daripada penantian panjang tadi sia sia, akhirnya kami berfhoto bersama Satpol PP yang sedang bertugas jaga dikantor bupati tersebut ( disini ada kejadian , rekan kami  wahidin mengalami mimisan, mungkin dia dehidrasi mengakibatkan panas dalam ).

Lanjut cerita Perjalanan dilanjutkan pukul 08.40 menuju Gedung DPR Kuantan Singingi, tapi sayang kami tidak diizinkan masuk karena dilokasi tersebut hari itu sedang diadakan suatu acara. Didepan gedung DPR bertemu Bapak Karto dari Dinas Perhubungan. Lagi lagi daripada tidak mendapat apa2 untuk jurnal expedisi kami , kami minta tanda tangan beliau dari instansi Dinas Perhubungan. Dan  perjalanan pun berlanjut. Pukul 09.20 WIB berjalan menuju Kantor Polres Kuantan Singingi, melewati jalan pintas ( semak belukar ), pada saat melewati jalan pintas Kami memutuskan untuk membuat sebuah video vlog sebagai bukti perjalanan bahwa kami telah melalui jalan pintas dari kantor DPR menuju POLRES , pada saat perjalanan kami melewati jalan pintas tersebut kamimencoba untuk mengikuti jalan atau jejak hewan yg pernah melewati jalan tersebut , namun tak lama kemudian kami tidak menemukan jalan atau jejak tersebut lagi , jejak tersebut hanya sampai di sekitar beberapa perumahan yg ada didalam hutan tersebut , dan pada saat itu kami memutuskan untuk membuat jalan sendiri dengan cara kami sendiri dengan penunjuk jalan atau bembuat jejak awal yaitu teman kami SUGIMAN ( kami rasa dia yang paling berbakat dalam hal ini xixixixixi….) , dia melakukaan beberapa cara untuk membuat jalan agar kami dapat melanjutkan perjalanan kami ,tak lama kemudia kami sampai di tengah hutan tersebut , di tengah hutan tersebut hanya terdapat beberapa rumah warga yg sudah lama tak di tempati lagi , dan ada juga beberapa kolam yg sudah kering dan yang masih bagus, pada saat kami berjalan untuk melanjutkan perjalanan yang masih sangat panjang ini kami melewati tengah kolam tersebut, ikan ikan yg ada di dalam kolam tersebut bermunculan dan mengumpul di pinggir kolam tempat kami berjalan seakan ikan tesebut menyambut kedatangan kami ( kayaknya mereka berkumpul karena mereka kelaparan deh… , demi menyenangkan hati kami anggap saja sebagai  penyambutan besar besaran terhadap kami ) , kemudian kami melanjutkan lagi perjalanan dengan mendaki sebuah tanjakan, kami rasa  kemiringan tanjakan sekitar 60 s/d 70 drajat lah,  kami mulai  berjalan untuk menaiki sebuah tanjakan tersebut agar dapat menembus jalan pintas tersebut dengan harapan dapat tembus ke jalan lintas , dan akhirnya gaes…setelah beberapa menit kami menempuh tanjakan tersebut kami pun sampai ke jalan besar ( kami sempat bingung, dimana kami saat itu berada, biasanya kami hafal situasi jalan tersebut, mungkin karena kami keluar dari semak belukar layaknya tarzan kali yak… ), lanjut…. dan kami istirahat kembali pukul 10.15 WIB di sebuah warung. Akomodasi tersisa hanya roti tanpa air minum. Dan perjalanan dilanjutkan lagi pukul 10.59 WIB dan tiba di Kantor Polres pukul 11.40 WIB. Bertemu Bapak BRIGADIR ANGGA AGUSTIAN W selaku BANIT SPKT guna mendapat Stempel bukti perjalanan. Kami beristirahat makan sisa bekal roti di taman lalu lintas di halaman Kantor Polres tersebut dan melanjutkan perjalanan menuju Kantor Kejaksaan Negeri Teluk Kuantan, kami tiba pukul 12.30 WIB melaksanakan sholat zuhur berjamaah di mushalla kantor kejaksaan tersebut. Setelah mendapat tanda tangan dan stempel Kami beristirahat lebih lama mempertimbangakan cuaca yang cukup panas pada siang hari tersebut. Perjalanan dilanjutkan menuju Kantor Polsek Kecamatan Singingi, dengan target tiba dilokasi pukul 23.00 WIB ditengah perjalanan kami kembali beristirahat pukul 20.00 WIB di daerah Simpang Handoyo, kami dihampiri oleh warga setempat dan memberi kami bekal roti ( ya…Roti, kami tetap menerima dengan ikhlas walau perut kami meminta nasi ). Tiba disimpang Ojo Lali pukul 22.00 WIB, beristirahat di masjid Al Ikhlas Desa Logas, dilokasi tersebut rekan kami wahidin mengalami mimisan lagi, dan rekan kami sugiman kembali mengalami kram pada kakinya, dalam kondisi tersebut kami sepakat melanjutkan perjalanan perlahan lahan , pada saat perjalanan salah satu anggota tim WALDIANTORO melihat teman kami SUGIMAN dengan kondisi kaki yang kram lagi , dan ternyata kram kali ini lebih parah yg mengakibatkan kakinya kaku dan tidak dapat bergerak sedikitpun (tidak bisa melangkah lagi gaes, mirip orang yang gagal move on, nggak bisa melangkah maju kedepan meninggalkan situasi yang telah berlalu… duh… curhat .. ) kemudian WALDI menggendongnya agar kami dapat melanjutkan perjalanan bersama sama dan tidak ada yang tertinggal ,pertimbangan sudah sangat dekat dari lokasi dan waktu yang sudah semakin mepet  ditengah jalan kami mendapat tawaran tumpangan, tawaran pertama oleh Kak AMAT SAFI’I ( Beliau adalah Wakil Kwarran 05 Singingi ), tetapi kami menolak karena kami merasa masih sanggup melanjutkan perjalanan, setelah beliau pergi rekan kami SUGIMAN berkata “ kenapa gak numpang Saja woiii !!!” sambil memukul kayu ke aspal ( Mungkin karena kondisi saat itu kakinya sudah susah digerakkan ya, kadang kadang Sugiman ini memiliki semangat yang tinggi untuk jalan, tapi kadang kadang …… ah ntah lah )  setelah jalan berlanjut kami mendapat tumpangan kedua, melihat kondisi sugiman yang sepertinya tidak mampu berjalan kami memutuskan menumpangkan Sugiman pada kendaraan tersebut sampai ke Polsek Singingi, awalnya Sugiman menolak, dia menangis karena ingin tetap melanjutkan perjalanan bersama sama walau dengan kondisi kakinya seperti itu ( akhirnya saya paham, walau Sugiman memiliki badan paling kecil, tapi dia memiliki jiwa korsa yang sangat tinggi,  ). Namun dengan berat hati kami memaksa demi keselamatannya dan akhirnya dengan digendong paksa Sugiman pun ikut dengan kendaraan tersebut dengan syarat harus ada yang mendampingi dia didalam kendaraan ( berdasarkan kesepakatan dengan teman teman,  saya diminta mendampingi Sugiman saat itu ), situasi berubah, saya dan sugiman telah tiba di Kantor Polsek dan 5 rekan saya masih berjalan dibelakang, dengan rasa segan saya meminta tolong kepada petugas piket malam itu untuk menelfon guna bertanya kondisi rekan rekan saya diperjalanan dan saya mendapat kabar bahwa setibanya mereka di Simpang Sambung Wahidin kembali mimisan parah, melihat situasi sedemikian rupa saya meminta tolong untuk evakuasi rekan rekan sampai ke Kantor Polsek, dan merekapun dijempiut dengan mobil patroli, sesampainya mereka dilokasi saya melihat hampir seluruh wajah Wahidin merah karna darah dari hidungnya ( keadaan yang cukup mengharukan untuk saat itu )  Sampai dilokasi tujuan pukul 01.00 WIB, setelah keadaan semuanya membaik kami tidur di mushalla kantor polsek singingi.

Keesokan harinya pukul 05.40 WIB. Cuaca hari itu gerimis ,kami lanjutkan perjalanan dan sampai desa Kebun Lado Pukul 09.45 WIB. Beristirahat sejenak di masjid AL-MAR’UF, Sekitar pukul 10.00 WIB melanjutkan perjalanan menuju titik akhir target pengembaraan di Kantor Kepala Desa Kebun Lado, tiba dilokasi pukul 10.40 WIB. ditengah perjalanan rekan kami wahidin kembali mimisan . Setelah Wahidin pulih perjalanan kami lanjutkan menuju pangkalan SMA Negeri 2 Singingi. Dan tiba pukul 14.30 WIB Disambut oleh Pembina Gugus Depan dan OSIS SMA Negeri 2 Singingi. Rasa haru menyelimuti perasaan kami, kami berhasil menuntaskan perjalanan yang semula terlihat konyol ini dengan baik dan dengan penuh kebanggaan, rasa persaudaraan dapat terlihat diantara kami dan semua yg kami temui diperjalanan, akhirnya kami tahu dan paham kenapa lambang PRAMUKA itu TUNAS KELAPA, jawabanya tidak lain karena pramuka memang harus bisa hidup dimana saja dan dalam situasi dan kondisi apapun, kami bertemu orang orang baik yang selalu mendukung kegiatan kami ini, semua yang kami temui memeluk hangat kami dengan rasa persaudaraan yang kuat, perjalanan ini kami selesaikan walau tidak sesuai target awal, prediksi 3 hari 3 malam, namun meleset dari perkiraan, berangkat hari selasa pukul 08.45 WIB dan berakhir tanggal 4 Januari 2019 , Hari Jum’at Pukul 14.30 WIB,  dengan jarak 127 Km ( tracking google map ) dengan total 78 Jam ini pasti akan aku ceritakan kepada semua orang. It Amazing Adventure… Salam Pramuka Dari Kami Untuk Indonesia

Doc. Perjalanan

no images were found

 

 

 

 

 

 

 

asep
Penulis belum menuliskan deskripsi
×
asep
Penulis belum menuliskan deskripsi
Latest Posts

Tinggalkan Balasan